The Way I’am

Tittle: “The Way I’am”

 

Pagi ini aku melihatmu “lagi” kamu disana dan aku disini, kita sangat dekat memang.. Tapi tidak dekat  dalam arti kamu dan kita bersama dalam suatu waktu, kau ingat? Dimana kita dipertemukan?  pertemuan yang ajaib bukan?

Kita pertama dipertemukan dalam sebuah film layar lebar yang sangat bomming dikala itu. Kita memang dipasangkan, namun aku bukan milikmu. Kita menikah namun tidak bersama.

Masihkah kau ingat saat pertama kita bertemu? Kau mengira aku bukan orang “Indonesia” dan sekarang-pun aku masih tertawa saat mengingatnya. Setelah film itu usai, gosip kita dekat pun masih merebak. Bagaikan kita sudah di takdirkan bersama.

Banyak sekali wartawan dan masyarakat yang menginginkan kita bersama. Sedangkan menurutku, itu cukup lucu,  karena aku bukanlah istrimu di film itu, aku hanyalah pemain pembantu utama yang sebelum menghembuskan nafas terakhir-nya harus menikah denganmu.

Namun, kita memang bersama kan? Walau hanya bisa terhitung bulan?? Kau yang terlalu pencemburu dan aku yang terlalu egois di kala itu membuat kita akhirnya memilih berpisah. Sedih memang, karena sampai detik ini aku masih mencintaimu. Apakah kau mengira aku berbohong?? Tidak. Aku tidak berbohong. Kau bisa melihat ke arah mataku. Dan mata-ku akan berbicara jujur walau kita tidak mungkin bersama.

“Hmm.. Aku merindukan senyuman itu, kau tahu??” gumamku, aku masih memandangmu dan kau masih tampan seperti pertama kali aku melihatmu..

I didn’t realize that the meeting time has passed
What’s new?  I’m always like this, I rush
I run the street that I usually walk
And the person that I bump into, it’s you my ex

I cry, I cry like crazy
I let out all the tears that I’ve been holding in
I hang onto you like a child and ask, where have you been till now?
I grab your wrist, ‘coz I’m afraid you’ll go far away if I let you go
I grab you tight ‘coz I’m afraid you’ll run away

When dating me, you realized it didn’t bring us any good
But you don’t know the goodness out of it
So I ended it with one sentence, I’m sorry
And now we run into each other coincidentally

What’s new, I’m just this kind of girl
Easily bored, easily abandoned, waiting

I cry like crazy with two arms opened
I block you and tell you to stay a little longer
I hang onto you like a child and cry out
I grab your wrist, ‘coz I’m afraid you’ll go far away if I let you go
I grab you tight and I cry

You left alone, you drif apart as if nothing happened
You don’t turn around once
You disappear even if I scream, I love you
The wind blows, the wind blows in my eyes
that are seeing you for the last time
The wind blows, blows,
blows
You’re leaving me again..

“Ayoo pergi” ajak lelaki yang sedari tadi duduk di depanku.

“Ah, baiklah ayoo..”

Ku harap aku bisa bertemu denganmu lagi, dan kita bisa sedikit meluapkan rasa rindu ini walau hanya sekedar minum kopi.

“Kamu melihat apa?? ” Suamiku bertanya lagi

“Ah, tidak.. tadi hanya ada infotaintment yang lagi nge bahas Ferdi.” Sahutku santai. Ya, memang tidak salah dia adalah suamiku. Suami sah-ku dan mengapa aku seberani ini mengatakan semuanya tentang Ferdi? Yahh karena Ferdi merupakan adik dari teman baiknya. Aku tersenyum memandang suamiku, dan kami masuk ke dalam mobil lalu pulang.

 

Word Count: 580 word

Project: #30HariLagukuBercerita

This Fanfiction, dedicatet for: Carissa Putri (@Carissa_Puteri ) and Fedi Nuril ( @fedigarasi ) how lovely they are.. 🙂 Inspired By Song: Zia – The Way I’am

Advertisements

2 thoughts on “The Way I’am

Please Write Your Comment Here^^

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s