Might and Magic [Part 1]

Title: Might And Magic

Author: SeiraAiren

Cast:

  • Bae Su Ji [Suzy MissA]
  • Kim Soo Hyun [Actor]

Other Cast:

  • Serri [Dalshabet]

Genre : Romance, Comedy

Rating: T

Length: Flash Fics-Series

Disclaimer: All the cast is Bellong to the God, and Him/She. And the Story Line is Mine! Say No To Plagiarsm, and Allowed Re-Share ^^ **just write Full credits** [saya bukan orang pelit kog, heheh^^]

Note : Mungkin udah banyak ya cerita kek gini modelnya, kekeke~ Tapi gak papa sih.. aku pingin nulis kog, masa nggak boleh?? *asah golok* jadi kalo ada readers yang nganggep murahan atau pasaran, yaaa silahkan pergi ke pasar (?) Okay gak usah bertele-tele lagi Check it OuT!!

 

September, 24-2009

Angin tidak terlalu berhembus kencang, aku sedang berdiri di depan jendela kamarku,  mengamati daun-daun berguguran dari lantai dua rumahku. Musim panas kali ini aku hanya tinggal dirumah.

“Asssshh..” Aku membanting tubuhku ke kasur, kemudian aku berfikir untuk pergi ke tempat temanku. Kemudian aku ingat Serri, bukankah dia sekarang juga berada di rumah dan tidak sedang melakukan apa-apa pikirku. Akupun mengambil ponselku dan menyentuh layar-nya sebentar, kemudian kutemukan nama Serri di layar ponselku. Kemudian tanpa ragu ku tekan tombol call.  Setelah selang beberapa saat terdengar bunyi tuuuuuuut, tuuuuuuut.. terdengar suara seorang yeoja yang sangat kukenal.

“Yobseo?” suara yeoja di seberang

“Ah, yeoboseo? Serri-ah?” Jawabku kemudian.

“Eiy, Hai Suzy!! Wae??”

“Kau sibuk Serri-ah?? Aku mau main ketempatmu bisa??” Ucapku to the point

“Ahh, miane Suzy-ah. Aku ini sudah mau pergi bersama eomma. Gimana?” Terdengar suara Serri yang sedang meminta maaf padaku..

“Hmmm, It’s okay Serri-ah, gwenchanayo~” kemudian selang beberapa saat aku mematikan sambungan teleponku.

Okay, Suzy kau sekarang benar-benar sendiri!!  Gumamku, kemudian aku beranjak dari tempat tidurku, mengambil jaket dan mantelku, karena kurasa udara di luar pastilah sangat dingin. Aku berjalan ke arah taman kota. Telah kuptuskan untuk pergi keluar mencari udara segar dan cuci mata.

Setelah hampir sampai, tiba-tiba aku tersandung sesuatu dan terjatuh di tepi jalan raya. Aku belum sempat bangkit dari duduk ku, dan tiba-tiba..

 

Craaaaaaaaassssshh, Bruaaaaaaaaaakkk, Ckiiiiiiiiiiiiiiit..

Aku masih sempat melihat sesok siluet bayangan orang di depanku sebelum aku pingsan. Aku antara bingung, shock dan terkejut. Karena kurasa jalanan ini sepi lengang ketika aku tadi sampai.

 

Oktober, 2-2009

 

Aku membuka mataku, dan semua terlihat putih di sekitarku. Akupun mulai berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi padaku? Dimana aku sekarang? Aku hanya mengingat kemarin aku terjatuh ketika sedang pergi menuju taman kota dan kemudian, semua menghitam. Hanya sebatas itu yang ku ingat. Ehmm.. aku melihat ke arah samping kananku, kulihat eomma sedang tidur memengang tanganku yang di infus. Aku jadi semakin bingung!! Ada apa denganku? Kenapa tanganku di infus? Segala macam pertanyaan berkecamuk di benakku. Ku coba menggerakkan tangan kiriku, sangat berat namun akhirnya bisa ku gerakkan dengan usaha yang lebih, kurasa kepalaku sangat pusing. Dan ketika kusentuh, kepalaku telah di perban. Daebak!! Apa yang terjadi padaku?? Akupun memanggil eomma dengan segala tenagaku yang tersisa.

“E…e…e…eom..mmaaa..” panggilku. “Eom…mmmmma..” kemudian wanita paruh baya yang ada di sampingku ini terbangun, dan terkejut melihatku.

“Suzzzyyyy-ahh!! Gwenchana??” Eomma mengguncang tubuhku, memelukku serta menciumi seluruh wajahku. “Suzyy syukurlah kau bangun nak, pati appa mu senang melihatmu bangun, dia sudah tidak bisa melakukan apa-apa seminggu ini, dia sangat menyesal dan mengutuki dirinya sendiri karenamu” kulihat eomma berbicara dengan nada serius dan meneteskan air mata, kemudian dia kulihat sedang menelephon seseorang.

 

“Suzzzyy!!” Appa datang dengan tergesa-gesa beliau berlari menghambur kearahku, memelukku dan mencium keningku.

“Appa? Wae?” Aku masih bingung apa yang terjadi dengan kedua orang tuaku, kenapa mereka aneh? Aku kan hanya jatuh dan kenapa mesti di bawa ke rumah sakit dan mereka seperti tidak melihatku selama seminggu?

“Suzy, kamu sudah sadar sayang? Aishh, kamu mau minta apa nak?? Appa akan berikan padamu, appa janji akan mengabulkan semua keinginanmu” Kemuadian appa memelukku.

Okay ini aneh! Apa yang terjadi padaku? Kenapa kedua orang tuaku yang awalnya cuek dan tidak memperdulikanku ini menjadi sangat perhatian?

“Chincha appa?? Waaahh, aku sekarang mau makan appa, aku lapar..” Rengekku dengan nada manja ke arah beliau.

“Ne,, nee,, kau mau makan apa sayang? Akan appa kabulkan!” Wao, ini ajaib!! Aku hanya tinggal sebut kan? Nanti appa yang akan membewakannya untukku. Hemm.. kesempatan!!

 

“Appa aku ingin makan bulgogi, kimbab dan kimchi jjiggae” Okay ini tiga menu aneh, yang terlintas begitu saja di otakku.

“Sudah itu saja? Baiklah appa akan menyuruh pak kim membawakannya kemari secepatnya.” Waaaaw, sejak kapan aku menjadi putri yang sangat di sayang??

 

Oktober, 3-2009

 

Aku terkejut ketika melihat tanggalan yang terpajang di meja dekat tempat tidurku. Seingatku aku hanya pingsan satu hari? Dan ini kenapa sudah bulan Oktober?? Tiba-tiba kepalaku kembali pusing ketika aku mengingat kejadian hari itu. Aku hanya tau dari penjelasan dokter yang merawatku, kalau aku koma selama seminggu karena otak-ku terbentur benda sangat keras di belakang, aku masih selamat dan hidup sampai saat ini adalah merupakan keajaiban. Oh aku lupa bercerita ya?

Kata dokter, aku di bawa ke rumah sakit ini dengan keadaan berdarah-darah (?) dan di bawa bersama dengan seorang lelaki. Tapi aku tidak bertanya laki-laki itu siapa, karena apa urusanku? Buat apa aku mencari tahu tentang laki-laki itu. Setelah masa koma seminggu akhirnya aku sadar dan hari ini aku sudah di perbolehkan pulang. Ku lihat eomma masih mengemas barang-barangku. Aku pun berjalan keluar kamar duluan.

Aku ingin berjalan-jalan dulu di rumah sakit ini sebelum aku pulang, kurasa sedikit aneh karena ketika aku keluar, waoww apa ini?? Kenapa rumah sakit ini banyak orang yang berlalu lalang?? Aku mengamati mereka satu persatu, dan ku lihat ada seorang pemuda aneh yang menunduk dan terduduk di depan sebuah ruangan.

Aku mengamatinya secara seksama, kurasa aku mengenalnya pikirku. Namun aku pun berjalan terus melewatinya dan “Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…” Aku berteriak karena refleks, tubuhku di tembus oleh seorang wanita paruh baya yang berjalan melamun!!

“Aaa…aaaandweyy!! ” Aku menggelengkan kepala tanda tidak percaya kepada apa yang terjadi! Aku kenapa bisa? Aku membungkam mulutku. Kulihat pemuda yang kulihat tadi itu mendongakkan kepalanya dan menatapku heran. Aku pun tidak jadi pergi ke taman, aku kembali berlari menuju bangsal ku.

 

“Suzy-ah, gwenchana??” Eomma menyentuh wajahku cemas,

“E,,eeeoo,,,maaa.. aku aku,, aku ingin pulang” Aku masih shock dan mencengkeram tangan eomma-ku ketakutan. A..a..appppa yang terjadi dengaku?? Aku masih hidup kan, tapi kenapa tadi?? Apakah aku bertemu hantu??

 

_TBC

 

Okay.. ini agak gaje, kekeke~ gimana? Kalo tanggapan fic ini bagus dan lebih dari 5 komentar aku akan posting lanjutannya, tapi kalo enggak, ya terpaksa aku tunda 🙂 Hehehe,, Ini sebenernya aku pertama kali nulis fic aneh kayak gini yang genrenya sebenernya gak jelas.. lol jadi mohon komentarnya dari para readers sekalian.. *bow

Advertisements

2 thoughts on “Might and Magic [Part 1]

Please Write Your Comment Here^^

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s