I’ts Nothing!

#20HariNulisDuet-Day12

Type: Flash Fiction

Author: @SeiraAiren & @citrabella

“It’s Nothing!”

When you talk to someone, and they’re respect. It’s time to walk with and thenwhen they’re ignoring you.. Just Talk more comfort and than Leave they’re alone. Airen~

 

Pagi itu, adalah pagi yang cukup dingin kurasa. dimana aku harus menggunakan jaket tebal dan mantel berbuluku hanya untuk pergi keluar rumah, ya hari ini aku harus masuk pagi. Aku memaksakan diri keluar rumah. Seperti biasa aku berangkat menuju kantorku dengan naik bus, karena kantorku jaraknya lumayan jauh sekitar tigapuluh menitan dari rumahku..

Hmm dan tanpa sengaja setiap hari aku harus bertemu dengan dia di halte bus..

Aku melihatnya berdiri di halte bus, dia terlihat sangat keren dengan setelan hitam plus jaket kulitnya, kulihat dia sedang mendengarkan musik dari headset putih yang terlihat sangat kontras dengan pakaiannya. Aku berjalan menuju halte bus itu dan tanpa sengaja aku menubruknya disebabkan karena rambutku terbawa angin dan menutupi penglihatanku “Ah.. mianhaeyo, jeongmal mianhaeyo aku tidak sengaja”, “Gwenchana” balasnya sambil tersenyum. Ya, senyumannya. Senyumannyalah yang membuatku nge-fly  “Ah aku duluan yah?! busku sudah datang” ucapnya, aku hanya mengangguk tidak memperhatikanya karena aku masih terpaku dengan imajinasi dari fikiranku sendiri.. Dan tiba-tiba setelah bus itu berangkat aku tersadar!

“Ah paboya… Aku lupa kalau itu juga bus tujuanku, Aish..  Jeongmal.. benar-benar pabo,” akupun berlari mengejar bus itu…

Kemudian bus yang aku kejar tadi akhirnya berhenti juga. Mungkin karena supir bus itu tahu aku mengejarnya. Kulihat namja itu memandangku dari dalam bis. Kurasakan dadaku sangat sesak. Oh My God, rasa apa ini. Aku membungkuk dan mengucapakan salam serta maafku untuk Ahjussi supir bus itu. Kemudian aku berjalan dan berdiri disebelah namja itu, dan dia tertawa. aku berusaha menatapnya dan mengajaknya bicara.

“Eh? waeyo? kau tertawa? apa ada yang salah dengan ku?” aku melihat sekujur tubuhku dan tidak ada yang salah denganku, kemudian namja itu tersenyum kepadaku dan bilang, kalau “Kau terpesona padaku kan? hahaha” Eh, aku benar-benar kaget dan tidak habis fikir dia berani berkata seperti itu, aku pun memandangnya dengan jutek. Ya dia adalah Lee Donghae. Namja itu adalah teman satu kantorku. Dia adalah malaikat yang ber-jiwa Evil benar-benar seperti anak kecil.  Karena kudengar sudah banyak yang tertipu oleh wajahnya, Walaupun dari tampilanya memang sangat menjatuhkan hati setiap wanita. “Huh..”

“Hai noona kau tidak turun hah?”

“Yaaa~ kau ini, aku lebih muda dari mu, mengapa kau panggil noona? Aishh,” aku sudah tidak bisa berfikir lagi, apa yang harus kulakukan dengannya.

***

“Yoon-ah, apakah kau tidak mau makan siang?”

“Ah, Ye?” aku terkejut ketika ia mendatangi mejaku dan mengajakku makan.

“Ppalli.. aku sudah sangat lapar.. Aigoo~” rengeknya seperti biasa.

“Ah, nee~ kajja..” sahutku, malas mendengarkan ocehan big baby ini.

Mukaku merah, semerah tomat yang ada di salad ku, kau tau apa yang dia perbuat padaku saat makan siang kami? Dia memesan cup cake, dan dia tidak mau yang rasa coklat. Dia mau yang strawberry, dan kau tau dia bilang apa ke noona pemilik tokonya.

“Unnie, kalo kau tidak niat berjualan cup cake, kau harusnya menjadi cleaning service saja. Agar kau berusaha menghargai pelangganmu” Kyyaaaaa~ aku benar-benar malu, setelah ia berbicara kasar pada pelayan itu. Malah dia mengajakku pergi dan memilih makan di restoran lain.

Aku benar-benar marah akan sikapnya yang keterlaluan, akhirnya akupun meledak dan berteriak.

“Yaa, Lee Donghae!”

“Emm..” Dia tidak mendengarkanku malah asyik menyantap es cream strawberry, dessert kesukaannya.

“Apa kau tidak bisa merubah sifatmu?” tanyaku to the point.

“Wae? Apakah aku terlalu imut?”

Aigoo~” aku sudah tak habis fikir lagi, apa yang sedang difikirkan namja satu ini. “Sampai kapan tingkahmu seperti anak umur 13 tahun, padahal kau sudah 25 tahun?” aku sudah kehabisan akal lagi.

Dia tampak terkejut dan meletakkan sendoknya ”Jadi, apakah menurutmu semua yang kulakukan itu salah?” dia berbicara serius mukanya kelihatan layaknya ketika kita sedang ada rapat direksi.

“Enggak, cumaa..” belum sempat kata-kataku berakhir, dia kemudian memotongnya “Kalau itu tidak mengganggumu, aku.. Aku sangat senang makan dengamu setiap hari” dan ekspresi childish itu kembali.

“AAAAA.. Lee DongHae.. kau benar-benar membuatku gila” pada akhirnya aku menyerah dan membiarkan tingkahnya.

Word Count: 674

Advertisements

Please Write Your Comment Here^^

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s