My Decission~ [KyuHyun Story]

#20HariNulisDuet- Day 11

 

Type: Flash Fiction

 

Author: @SeiraAiren & @violetkecil

 

 

“My Deccision”

 

 

 

When the time is going, and the time is passing. Airen~

 

 

Aku duduk terpaku. Gaun yang melekat di tubuh semakin membuatku sulit bergerak. Di ruangan kosong ini hanya ada aku sendiri. Menunggu waktu yang berdetak cepat. Aku menghela nafas berat. Aku sudah cukup lama berdebat dengan hatiku sendiri. Dan hari ini aku sudah memilihnya. Seakan semuanya masih terasa baru dalam ingatan.

 

 

Dinding ruangan tiba-tiba seperti memutar semua kenangan yang terangkai manis, antara aku dan dia. Denting piano, tetes air hujan, semangkuk es krim, taman yang hangat di musim semi, pergi ice skating di musim dingin. Semua kenangan tersembunyi, yang hanya ada kami di dalamnya.

 

 

Dan yang paling jelas ku ingat, saat dia membawakan teddy bear besar dengan, sombongnya ia, bertanya padaku, “Menurutmu aku keren nggak?”

Astaga, aku nggak salah dengar kan? Dia bertanya seperti dia itu, sama seperti laki-laki biasa pada umumnya! Hellooo… kau Cho KyuHyun, kutegaskan sekali lagi kau itu Cho KyuHuyun, maknae dari grup boyband terkenal seantero dunia. Dan kau bertanya kepadaku, aku yang hanya wanita biasa? Of course Im saying, “Yaa! Apakah kau sudah gila? Kau keren? Mereka buta!”

 

 

Perkataanku sebenarnya berbeda dengan apa yang ada dalam pikiranku. Entah mengapa, aku suka sekali berantem dengannya dan mengejeknya. Aku merasa, tingkat ke-evil-an ku melebihi dia, dan jika aku kalah aku akan merasa tidak akan tenang seumur hidupku.

 

 

Dan lihatlah, ia akan selalu mengeluarkan senyum kecutnya jika tidak mendapat pujian seperti yang ia harapkan. Aku akan langsung menjitak kepalanya pelan.

 

 

“Ya!!! Kau tidak sopan!” teriaknya.

 

 

Ah, aku selalu suka saat ia seperti itu. Tipikal pria perfect dalam diri seorang Cho Kyuhyun bukanlah seorang pria romantis yang menyanyikan sebuah lagu untukku. Satu-satunya hal romantis yang ia lakukan adalah ketika ia melamarku beberapa hari setelah hari ulang tahun kami.

 

***

 

 

 

Aku tersenyum mengingatnya. Ah, apa yang sedang ia lakukan sekarang? Apakah jantungnya berdegup sama cepat? Apakah ia masih ingat cara bernafas dengan tenang?

 

 

Menunggu waktu saat ini seperti saat-saat menunggunya datang waktu itu. di sebuah taman yang tidak terlalu ramai, ia datang dengan tergopoh-gopoh, lengkap dengan hoodie dan kaca mata hitamnya.

 

 

“Ahh, mian aku terlambat! Apakah kau sudah lama disini?” Dia bertanya kepadaku, sambil melihat kiri-kanan. Nafasnya pun terengah-engah, sepertinya dia habis berlari jauh.

“Kau habis marathon? Kenapa ngos-ngosan gitu?” tanyaku sambil memandanginya dari atas sampai bawah. “Dan, kau memakai dandanan fashion apalagi? Benar-benar, mereka sudah di butakan oleh berita infotainment itu.” Aku menunjuk-nunjuk gaya pakainnya yang aneh hari ini, di hari yang lumayan dingin ini dia hanya menggunakan hoodie dan kacamata hitam saja. Bayangkan bagaimana kalau paparazi melihat dia tanpa make-up?

“Ahh, mollayo! apakah kau membawa minum?”

 

 

Dan seperti biasa, ting tong dia mengabaikanku!

Jeongmal, Aishhh… Chinchaa… Yaa!!”

Ppalii… Aku haus… bibirku sudah mulai kering. Apa kau juga membawa lipbalm?”

 

 

Astaga, aku ini sebenarnya pacarnya atau pembantunya? rutukku dalam hati. Demi apa aku bisa pacaran dengannya? Aku tidak habis pikir, aku bahkan bukan fans-nya. Aku lebih memilih mengidolakan Jang Geun Suk dibanding dia. Ish, dan anehnya aku selalu tidak bisa menolak apapun yang ia minta.

 

 

***

 

 

 

Aku tertawa kecil. Lagi. Banyak kenangan yang berjejalan di kepalaku. Aku pelupa tapi semua tentang  ia tidak pernah terlupakan. Hanya satu hal yang pernah aku lupakan dan itu sukses membuatnya wajahnya terlipat.

 

 

“Yaa!!! Kau dimana?”

 

 

“Eh?”

 

 

“Aku menunggumu. Kenapa kau belum juga datang, hah? Kau terima kan tiket yang aku titipkan dengan Kim Hyung?”

 

 

Aku menepuk dahiku. Aku lupa. Aku mengaduk-aduk isi tas dan menemukan tiket konser. Ia pasti marah besar dan semua ini karena persiapan penelitian yang amat sangat menyita pikiranku. Aku menemuinya di back stage, dan benar, ia sudah melancarkan deathglare-nya. Aku hanya bisa memsasang wajah memelas.

 

 

Oppa, mianhae. Aku lupa.”

 

 

“Bagaimana bisa? Seluruh dunia tahu hari ini kami konser. Kau ini!! Bukannya kau penggemar nomor satuku?”

 

 

“Mwoya?!”  Ish, sejak kapan aku menjadi penggemarnya? Aku menggerutu dalam hati.

 

 

“Aku marah.” Dia melipat lengannya dan meruncingkan ujung bibirnya.Ya Tuhan demi apa juga, ada manusia ketika marah malah tampak nge-gemesin. Dan satu lagi kupikir karena inilah aku  mengesampingkan Jang Geun Suk, dan lebih memilih bersamanya.

“Ehh,  tapi aku bawa sesuatu untuk Oppa. Atas permintaan maafku.”

“Aku tidak tertarik” Dia masih saja seperti anak kecil, aku tak habis pikir dibuatnya.

“Oh, benarkah? Waeyo? Ini mungkin pasaran sih, tapi yang terbaru.” Belum sampai aku melanjutkan kata-kataku, dia sudah menyerobot kaset itu dari tanganku.

“Yay, module Starcraft  terbaru.”

 

 

Dan dia pergi begitu saja dari hadapanku. “Yaa!! Memangnya Kau siapa mengacuhkanku! Aishh!”

 

 

Semua member super junior memandangku dan menggelengkan kepala. termasuk Eeteuk Oppa. Aku benar-benar ingin mencincangnya saat itu! Dan mungkin hal inilah yang membuatku ragu akan keputusanku hari ini. Aku berpikir selama berhari-hari, untuk meyakinkan hatiku bahwa dia akan lebih menghargai aku sebagai istrinya nanti dari pada game-nya itu.

 

***

Chagiya…”

 

 

Aku tersentak dari semua lamunanku. Astaga, bagaimana bisa ia menyelinap ke ruangan ini? Lengkap dengan tuxedo dan senyuman bahagia di wajahnya. Ah, mendadak aku lupa caranya bernafas dengan benar. Ia ada beberapa meter di depanku. Tidak mendekat. Rasanya aku ingin berlari ke pelukannya. Ia hanya tersenyum. Hari ini ia terlihat sangat tampan. Ya, akhirnya aku mengakui bahwa ia tampan.

 

 

Aku tersenyum balik. Dan sedetik kemudian ia menghilang lagi di balik pintu. Aku menghembuskan nafaas lega. Tiba-tiba aku merasa sedikit takut.

 

Nee, Changkaman..” Sahutku.

 

Aku menguatkan hati, dan mungkin ini terakhir kalinya harus kumantapkan. Aku akan menikah dengannya sekarang, yang pertama dan terakhir. Aku bangkit, aku siap. Dan aku mulai melangkahkan kaki ku menuju ke arah pintu. Selamat tinggal, mulai detik ini aku akan menjadi nyonya Cho kyuhyun, dan Aku harus siap dengan segala hal nantinya. At least, aku tersenyum kepada diriku sendiri, karena aku mampu berdiri disini dan aku bisa berjalan bersamanya hari ini menuju gerbang pernikahan.

 

 

Ada kenangan manis yang tertinggal dan siap direngkuh.

 

 

Finn˜˜

 

WordCount: 934

 

 

Advertisements

4 thoughts on “My Decission~ [KyuHyun Story]

  1. Aaaaaaa eonniiii >____<
    Aku suka banget cerita iniiiii hehehe (y)
    Karakter Kyuhyun nya ngegemesin banget sih eon… Bisa2 aku selingkuh dari Yesung nih hehehe 😛
    Ceritanya maniiiiis #envydetected!

    • Aaaaaaaa.. minhee ahh~ ^^
      Terimakasih.. Kayaknya aku bakat banget deh ngejelekin si Kyu (?) hahahah~

      ehh mau slingkuh?? **Bawa kamera** siap-siap kasi bukti ke yesung~

      Gomawoo udah mampir^^

Please Write Your Comment Here^^

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s